SISTEM SUBAK SEBAGAI WARISAN DUNIA

  • 02 Maret 2017
  • Umum
SISTEM SUBAK SEBAGAI WARISAN DUNIA
Subak pada dasarnya adalah sistem atau tata pengairan untuk pertanian di Bali. Geografis pulau Bali yang didominasi gunung berapi menyediakan tanah yang subur yang dengan iklim tropis basah, membuat wilayah ini ideal untuk budidaya tanaman padi. Namun tinggi rendah tanah pertanian tidak sama mengharuskan pengelolaan air dengan baik. Untuk itu dengan membangun sistem saluran dan bendungan dapat mengatasi persoalan tersebut.
 
Subak bagi masayarakat Bali bukan hanya sekedar sistem irigasi, melainkan juga merupakan filosofi kehidupan bagi rakyat Bali itu sendiri. Dalam pandangan masyarakat Bali, Subak adalah cerminan langsung dari filosofi dalam agama Hindu Tri Hita Karana (tiga penyebab kebaikan), yang mempromosikan hubungan yang harmonis antara individu dengan alam semangat (parahyangan), dunia manusia (pawongan), dan alam (palemahan).
 
Danau, sebagai manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai dewi pelindung pertanian.
 
 
Sebagai suatu sistem pengaturan hidup bersama, Subak mampu bertahan selama satu abad lebih karena masyarakatnya setia kepada tradisi leluhur. Pembagian air dilakukan secara adil, segala masalah dibicarakan bersama, bahkan sampai penetapan waktu tanam dan jenis padinya. Sanksi terhadap segala bentuk pelanggaran akan ditentukan sendiri oleh warga melalui upacara yang dilakukan di pura. Harmonisasi kehidupan inilah yang menjadi kunci lestarinya budaya Subak.
 
Kabupaten Bangli sebagai salah satu Kabupaten yang terletak di dataran tinggi memiliki Gunung Batur dan  Danau Batur yang tak dapat dilepaskan dari Subak. Danau Batur menjadi salah satu dari 4 situs di Bali yang ditetapkan oleh Unesco sebagai Warisan Dunia. Komponen-komponen subak adalah meliputi hutan yang melindungi pasokan air, lanskap sawah yang berundak-undak/bertingkat/terasering, sawah yang terhubung dengan sebuah sistem kanal, terowongan dan bendungan, desa, pura dengan berbagai ukuran yang menandakan pentingnya sumber air atau perjalanan air melalui pura menurun mengairi lahan subak.
  • 02 Maret 2017
  • Umum

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita