Baca Berita

Upacara Ritual Pura Tuluk Biyu Batur Kintamani, pada Bulan Bali Keempat Tahun 2017

Oleh : baturgeopark | 10 Oktober 2017 | Dibaca : 20 Pengunjung

Pura Tuluk Biyu merupakan salah satu Pura Khayangan Jagat yang terletak di Desa Batur Kintamani. Menurut informasi dari sumber http://narasya.blogspot.co.id,  Pura Tuluk Biyu yang sering disebut Pura Batur Kanginan ini tergolong Pura Dewa Pratistha. Artinya yang menjadi pusat pemujaan di Pura Tuluk Biyu ini adalah Tuhan sebagai Bhatara Siwa Giri Natha beserta dengan Saktinya yaitu Dewa Uma Parwati. Bhatara Siwa Giri Natha beserta dengan Saktinya inilah sebagai Ista Dewata tertinggi yang di puja di Pura Teluk Biyu ini. Di pura ini memang ada beberapa pelinggih untuk memuja Dewa Pitara atau roh suci leluhur seperti adanya beberapa Pelinggih untuk memuja Dewa Pitara atau roh suci leluhur. Antara lain: Pelinggih Ida Ratu Maspahit Ida Ratu Dalem Majelekah, Majelanggu.

Pada tahun 2017 diselenggarakan karya ngusaba kapat yang merupakan kegiatan rutin di Pura Tuluk Biyu. Puncak karya Ngusaba Kapat dilakukan pada tanggal 5 Oktober 2017 yang bertepatan dengan purnama (bulan penuh) dan dilakukan kegiatan mepepada dan acara pengusabaan. Prosesi mepapada agung yang dimulai pukul 14.00 wita yang diawali dengan pelaksanaan bhakti penyambleh dilanjutkan dengan iring-iringan kober, umbul-umbul dan pralingga Ida Betara.

Prosesi mepapada agung juga diiringi oleh 15 sekaa gong dan sekaa tarian baris berjalan menyelusuri jalan utama sepanjang 2 km ke arah selatan dan kemudian berputar ke arah utara. Dari arah utara desa iring-iringan kemudian kembali keareal pura selanjutnya dilaksanakan bhakti pengusaban. Dalam puncak karya ngusaba ini juga dilaksanakan bhakti Madewasraya. Ritual semacam ini terakhir kali dilaksanakan di Pura Tuluk Biyu Batur pada 2006 lalu secara besar-besaran dengan mempersembahkan 12 ekor kerbau Sedangkan tahun berikutnya sampai sekarang hanya 2 ekor kerbau, 2 kambing, 6 babi dan upakara pebangkit. Tujuan dilaksanakan upacara Medewaseraya yakni untuk memohonkan kehadapan-Nya agar alam semesta beserta isinya dianugerahi kedamaian, kesejahteraan dan keselamatan dunia. Makna dari proses mepepada agung ini pada intinya adalah sebagai wujud syukur umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa atas anugerahnya yang diberikan kepada umatnya.


Oleh : baturgeopark | 10 Oktober 2017 | Dibaca : 20 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Hubungi Kami
info@baturglobalgeopark.com -
Jajak Pendapat
Bagaimana Pendapat Anda tentang Website Batur Global Geopark?
Twitter